Depot Iqro As-Salam

Khutbah Jumat Tema Memakmurkan Masjid


Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalah
Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.
yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun

Al-Imran 185
Kullu nafsin dzaa'iqatul maut. Wa innama tuwaffawna ujurakum yaumal qiyamah. Faman zuhziha 'anin naari wa udkhilal jannata faqad faaz. Wa mal hayaatud dunyaa illaa mataa'ul ghuruur.
Terjemahan (Kemenag):
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
Dewan Syariah atau Sang Arsitek  Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, meninggal dunia. Sebelum mengembuskan napas terakhir, sosok yang dikenal sebagai "Ayahanda Marbot Masjid" ini meninggalkan sebuah pesan.
Ustaz Jazir menitipkan pesan bagi para pengurus masjid dan umat Islam untuk tetap konsisten dalam berdakwah. Hal itu ia sampaikan saat kondisi kesehatannya tengah menurun.
"Selama sakit, beliau terus berpesan untuk meneruskan perjuangan menghadirkan peradaban masjid," 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, masjid bukan sekadar bangunan tempat sujud, tetapi pusat kehidupan umat Islam. Di masjid, iman dikuatkan, ilmu disebarkan, dan ukhuwah dipererat. Allah memerintahkan kita untuk memakmurkan masjid, baik dengan ibadah maupun aktivitas kebaikan. Sebab, masjid yang makmur menjadi tanda hidupnya keimanan suatu masyarakat.

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah. 
Memakmurkan masjid memiliki hikmah besar bagi pribadi seorang muslim. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapat naungan Allah di hari kiamat. Ketika kita rutin shalat berjamaah, mengikuti kajian, dan berdzikir di masjid, hati menjadi tenang, akhlak terjaga, serta hidup lebih terarah dalam ridha Allah.

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah
Selain berdampak pada individu, masjid yang makmur juga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. Masjid menjadi tempat pembinaan generasi muda, penyelesaian persoalan umat, serta pusat dakwah yang menebarkan nilai kasih sayang dan persatuan. Dengan memakmurkan masjid, kita ikut menjaga moral masyarakat dan memperkuat persaudaraan sesama muslim.

Jama'ah Jum'at yang dimuliakan Allah
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memakmurkan masjid dengan niat ikhlas karena Allah. Hadiri shalat berjamaah, ramaikan masjid dengan ilmu dan amal shalih, serta jaga kebersihan dan kenyamanannya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang mencintai masjid, diberi keberkahan hidup di dunia, dan dikumpulkan bersama orang-orang shalih di akhirat. Aamiin.

barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

Khutbah ke II
Innal hamda lillaah, nahmaduhu wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a'maalinaa. Man yahdihillahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlil falaa haadiya lah.
Asyhadu an laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.
Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammadin wa 'alaa alihi wa ash-habihi ajma'iin.
Fayaa 'ibadallah, uushikum wa nafsii bi taqwallah, faqad faazal muttaquun.
Kaum muslimin jama'ah Jumat Rahimahullah
Setidaknya ada 4 Kiat singkat memakmurkan masjid
Rutin shalat berjamaah
Jadikan masjid sebagai tempat utama menunaikan shalat lima waktu.
Hidupkan dengan ilmu
Ikut dan dukung kajian, TPA, serta kegiatan keislaman di masjid.
Libatkan semua kalangan
Ajak pemuda, anak-anak, dan keluarga untuk aktif berkegiatan di masjid.
Rawat dan jaga masjid
Menjaga kebersihan, ketertiban, serta berinfaq untuk kebutuhan masjid.
Kaum muslimin jama'ah Jumat Rahimahullah mari kita berdoa agar kita senantiasa dibimbing oleh Allah agar tetap dalam jalan yg lurus dan diampuni segala khilaf dan dosa. Dan semoga hati kita termasuk yang terpaut dengan Masjid seperti halnya sabda Rasulullah.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapat naungan Allah di hari kiamat. 
Doa
Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahirobilalamkn
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Innallāha ya'muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā'i żil-qurbā wa yanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarūnhi 
Aqimus shalaah”,

Makna Surah Al-Humazah Mengingatkan Manusia agar Allah tidak Murka

 

Surah Al-Humazah menggambarkan kecaman Allah kepada orang-orang yang suka mencela, mengumpat, dan merendahkan orang lain, baik melalui ucapan maupun isyarat seperti mata, tangan, atau sikap tubuh. Kata al-humazah merujuk pada perilaku menghina secara terang-terangan, sementara al-lumazah bermakna merendahkan orang lain di belakang atau tanpa sepengetahuannya. Surah ini mengingatkan bahwa perilaku tersebut mencerminkan hati yang kotor dan penuh kesombongan. Orang-orang seperti ini merasa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain, sehingga kebiasaan meremehkan sesama menjadi bagian dari sikap sehari-hari. Allah menegaskan bahwa sifat ini adalah tanda dari kerusakan moral serta lemahnya iman.

Selain memperingatkan tentang akhlak buruk, Surah Al-Humazah juga menegur mereka yang gemar mengumpulkan dan menghitung-hitung harta dengan anggapan bahwa kekayaan dapat menjaga atau mengabadikan mereka. Padahal, harta tidak akan mampu menyelamatkan seseorang dari azab Allah. Surah ini menutup dengan gambaran neraka Huthamah, yaitu api yang melahap hingga ke dalam hati, sebagai balasan bagi orang yang sombong, menghina, dan merasa cukup dengan hartanya. Melalui pesan ini, surah Al-Humazah mengajarkan pentingnya menjaga lisan, sikap, dan hati dari kesombongan serta mengingatkan bahwa nilai manusia bukan ditentukan oleh harta, melainkan oleh amal dan ketakwaannya.

Manfaat Buku Iqro Bagi Pembelajaran Membaca Al-Quran

 


        Belajar Al-Qur’an menggunakan buku Iqro memberikan fondasi yang kuat bagi siapa saja yang ingin memahami cara membaca huruf hijaiyah dengan benar. Buku Iqro disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hingga cara membaca rangkaian kalimat sederhana, sehingga sangat cocok untuk pemula, baik anak-anak maupun orang dewasa. Metode ini membantu pembelajar menguasai tajwid dasar secara perlahan, tanpa harus merasa terbebani oleh materi yang terlalu banyak dalam satu waktu. Dengan struktur yang mudah dipahami, Iqro mampu meningkatkan kepercayaan diri pembelajar ketika mulai membaca Al-Qur'an secara mandiri.

        Selain itu, penggunaan buku Iqro memberi banyak manfaat spiritual dan pendidikan karakter. Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an, seseorang dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT serta menumbuhkan akhlak yang lebih baik. Proses belajar ini juga melatih kesabaran, ketekunan, dan konsistensi karena membutuhkan latihan berulang dan pembiasaan. Dengan metode yang sederhana namun efektif, buku Iqro telah menjadi alat penting dalam pendidikan Al-Qur’an dan terus membantu banyak umat Muslim untuk memahami dan mencintai kitab suci dengan lebih baik.



Manfaat membaca Al-Quran bagi Kesehatan

Membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Saat seseorang membaca ayat-ayat suci dengan tartil dan penuh penghayatan, ritme bacaannya membantu menstabilkan pernapasan serta menurunkan detak jantung. Aktivitas ini serupa dengan teknik relaksasi atau meditasi yang mampu menurunkan kadar stres dan hormon kortisol dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur’an dapat menenangkan sistem saraf, meningkatkan konsentrasi, dan membantu mengatasi gangguan kecemasan maupun insomnia.

Selain itu, membaca Al-Qur’an secara rutin dapat menjaga kesehatan otak. Aktivitas membaca, menghafal, dan memahami makna ayat-ayatnya melatih daya ingat serta memperkuat fungsi kognitif. Gerakan mulut dan lidah saat membaca juga melatih koordinasi saraf motorik halus. Secara emosional, kedekatan dengan Al-Qur’an membangun rasa syukur, sabar, dan optimisme yang berdampak langsung pada kebahagiaan dan keseimbangan mental seseorang. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga terapi alami untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

10 Pertanyaan Obrolan untuk Mengetahui Isi Hati Anak


Mengajak anak ngobrol kadang gampang-gampang susah. Kalau pertanyaannya terlalu serius, anak bisa jadi malas menjawab. Tapi kalau kita pintar memilih kata, anak justru akan merasa nyaman untuk bercerita. Nah, berikut ini ada 10 pertanyaan yang bisa membantu orang tua atau guru mengetahui isi hati anak, lengkap dengan penjelasan dan contohnya.

1. “Hari ini apa yang paling bikin kamu senang?”

Pertanyaan ini mengarahkan anak untuk mengingat momen positif yang baru saja mereka alami. Dengan begitu, mereka belajar fokus pada hal-hal yang menyenangkan.
 • Manfaat: Anak jadi terbiasa bersyukur dan menghargai hal kecil.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Hari ini apa yang bikin kamu paling senang?”
 • Anak: “Tadi main bola sama teman, menang gol!”
 • Orang tua: “Wah, pasti seru banget, ya. Kamu jadi makin semangat main bola?”

2. “Ada nggak sesuatu yang bikin kamu agak sedih atau kesal hari ini?”

Pertanyaan ini membuka ruang bagi anak untuk bicara tentang perasaan negatifnya. Mereka belajar bahwa merasa sedih atau marah itu wajar.
 • Manfaat: Anak tidak menumpuk perasaan dan merasa aman untuk jujur.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Ada nggak yang bikin kamu agak sedih atau kesal hari ini?”
 • Anak: “Tadi rebutan pensil sama teman, jadi sebel.”
 • Orang tua: “Hmm, pasti nggak enak ya. Kamu mau cerita lebih lanjut?”

3. “Siapa teman yang paling seru main bareng? Kenapa?”

Pertanyaan ini membantu kita mengenal lebih jauh dunia sosial anak.
 • Manfaat: Kita bisa tahu siapa teman baik anak, dan seperti apa tipe pertemanan yang mereka sukai.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Siapa sih teman yang paling seru main bareng?”
 • Anak: “Si Fira. Soalnya dia suka ketawa kalau aku cerita lucu.”
 • Orang tua: “Oh, berarti kamu nyaman kalau ada teman yang gampang ketawa, ya?”

4. “Kalau boleh mengubah satu hal di rumah atau sekolah, kamu mau ubah apa?”

Dengan pertanyaan ini, anak belajar mengungkapkan keinginannya dengan cara yang positif.
 • Manfaat: Anak merasa punya suara dan dilibatkan dalam lingkungan sekitar.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau boleh ubah satu hal di rumah, apa yang mau kamu ubah?”
 • Anak: “Jam tidurnya. Biar boleh tidur lebih malam.”
 • Orang tua: “Hehe, pasti pengin main lebih lama, ya? Kita bisa coba atur waktu biar tetap sehat.”

5. “Apa hal kecil yang bikin kamu bangga sama diri kamu sendiri hari ini?”

Pertanyaan ini mengajarkan anak menghargai pencapaian pribadi sekecil apa pun.
 • Manfaat: Meningkatkan rasa percaya diri anak.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa yang bikin kamu bangga sama diri kamu hari ini?”
 • Anak: “Aku bisa ngerjain soal matematika tanpa nanya.”
 • Orang tua: “Wah, keren! Berarti kamu makin mandiri, ya.”

6. “Kalau kamu lagi capek atau bete, biasanya pengin ngapain?”

Pertanyaan ini membantu kita memahami cara anak menenangkan diri.
 • Manfaat: Orang tua jadi tahu cara mendampingi anak saat suasana hati mereka kurang baik.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau kamu capek atau bete, biasanya pengin ngapain?”
 • Anak: “Nonton kartun.”
 • Orang tua: “Oke, berarti nonton kartun bisa bikin kamu lebih tenang, ya.”

7. “Apa hal yang paling kamu tunggu-tunggu minggu ini?”

Pertanyaan ini membuat anak lebih bersemangat membicarakan hal-hal menyenangkan yang akan datang.
 • Manfaat: Anak belajar menaruh harapan pada hal-hal positif.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa yang paling kamu tunggu minggu ini?”
 • Anak: “Hari Sabtu, soalnya ada latihan menari.”
 • Orang tua: “Wah, seru tuh. Kamu udah siapin gerakan barunya?”

8. “Ada hal yang bikin kamu takut tapi belum pernah kamu ceritain?”

Pertanyaan ini memberi ruang anak untuk membicarakan hal yang membuat mereka khawatir.
 • Manfaat: Anak belajar berani jujur tentang kerentanannya.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Ada hal yang bikin kamu takut nggak, tapi belum kamu ceritain?”
 • Anak: “Aku takut kalau harus tampil di depan kelas.”
 • Orang tua: “Wajar kok, banyak orang juga merasa begitu. Kita bisa latihan bareng, ya.”

9. “Kalau bisa kasih pesan ke Ayah, Ibu, atau Guru, apa yang mau kamu bilang?”

Pertanyaan ini memberi kesempatan anak menyampaikan perasaan mereka secara langsung.
 • Manfaat: Anak merasa suaranya penting dan dihargai.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau kamu bisa kasih pesan ke Ayah/Ibu, mau bilang apa?”
 • Anak: “Aku pengin ayah main bareng lebih lama.”
 • Orang tua: “Oke, ayah usahakan, ya. Terima kasih sudah bilang jujur.”

10. “Apa harapan atau doa yang belum pernah kamu ceritain ke siapa pun?”

Pertanyaan ini membantu anak membicarakan impian atau doa pribadinya.
 • Manfaat: Membuka ruang refleksi dan memperkuat ikatan emosional.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa doa atau harapanmu yang belum pernah kamu ceritain?”
 • Anak: “Aku pengin bisa punya sepeda baru biar bisa ikut teman-teman.”
 • Orang tua: “Wah, itu doa yang bagus. Semoga suatu saat bisa terkabul, ya.”
Penutup

Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin terlihat sederhana, tapi justru itulah kuncinya. Anak tidak suka ditanya dengan cara yang rumit, mereka lebih terbuka lewat obrolan santai. Dengan rutin mengajak ngobrol seperti ini, hubungan kita dengan anak akan jadi lebih dekat, hangat, dan penuh kepercayaan.
#guru #NewsUpdate #sekolah #belajar #pendidikan #newstoday

10 Materi Singkat Pentingnya Pendidikan Islam

1. Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan dalam Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudaraku, Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah cahaya. Dengan ilmu, hidup kita terang, tanpa ilmu kita mudah tersesat. Allah SWT berfirman, “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” (QS. Az-Zumar: 9). Maka, marilah kita jadikan ilmu sebagai penerang dalam kehidupan agar selamat dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

2. Menuntut Ilmu, Jalan Menuju Surga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Betapa mulianya menuntut ilmu. Setiap langkah kita ke majelis ilmu adalah langkah menuju ridha Allah. Maka jangan malas belajar, karena belajar adalah ibadah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

3. Pendidikan: Warisan Terbesar Rasulullah SAW

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW tidak mewariskan harta benda, tetapi beliau mewariskan ilmu. Siapa yang mengambil ilmu dari beliau, maka ia mendapat warisan yang terbaik. Maka mari kita jaga pendidikan, kita pelajari Al-Qur’an, sunnah, dan ilmu kehidupan, agar menjadi umat yang kuat dan mulia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

4. Mengapa Islam Mewajibkan Menuntut Ilmu?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Islam mewajibkan kita menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Sebab tanpa ilmu, kita tidak bisa beribadah dengan benar, tidak bisa membedakan yang halal dan haram. Karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban dasar setiap muslim, agar hidup kita terarah sesuai petunjuk Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

5. Peran Pendidikan dalam Membentuk Akhlak Mulia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ilmu bukan hanya untuk pintar, tetapi juga untuk membentuk akhlak mulia. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka pendidikan sejati adalah yang mengajarkan ilmu sekaligus menanamkan akhlak. Dengan akhlak mulia, ilmu kita bermanfaat dan membawa berkah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

6. Ilmu Lebih Berharga dari Harta

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Harta jika dibagi akan habis, tetapi ilmu jika dibagi akan semakin berkembang. Harta bisa dicuri, ilmu akan tetap melekat. Oleh karena itu, ulama jauh lebih mulia daripada orang kaya. Maka marilah kita utamakan menuntut ilmu, karena ilmu adalah harta sejati.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

7. Mendidik Generasi Qur’ani, Membangun Peradaban Islami

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bangsa yang maju lahir dari generasi berilmu. Generasi Qur’ani adalah generasi yang cerdas akalnya dan kuat imannya. Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan pendidikan. Maka mari kita didik anak-anak kita dengan Al-Qur’an dan ilmu yang bermanfaat, agar lahir generasi penerus peradaban Islam.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

8. Belajar Sejak Buaian Hingga Liang Lahat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pepatah Arab mengatakan, “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.” Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal usia. Selama kita hidup, kita harus belajar. Sebab setiap ilmu baru yang kita pelajari akan menjadi bekal di dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

9. Ulama, Pewaris Para Nabi: Pentingnya Menjadi Ahli Ilmu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Ulama adalah pewaris para nabi.” Pewaris nabi bukanlah orang kaya atau pejabat, melainkan orang berilmu. Maka siapa yang menuntut ilmu agama, ia sedang berjalan di jalan para nabi. Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi ahli ilmu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

10. Pendidikan Islami sebagai Pondasi Kebahagiaan Dunia Akhirat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pendidikan dalam Islam bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Ilmu yang kita pelajari akan membimbing kita dalam bekerja, beribadah, dan bermasyarakat. Dengan pendidikan Islami, kita mendapat kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan di akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jual Al-Quran Madinah


Sedang mencari kedai jual Al-Qur’an near me dengan pilihan lengkap dan harga terbaik? Kami hadir sebagai solusi bagi Anda yang membutuhkan Al-Qur’an berkualitas untuk pribadi maupun hadiah. Tersedia berbagai jenis Al-Qur’an, mulai dari Al-Qur’an terjemahan, Al-Qur’an pelangi, hingga Al-Qur’an rainbow dengan tampilan menarik dan mudah digunakan untuk belajar maupun tadabbur.

Bagi Anda yang berada di Jambi, Pontianak, Bekasi, Sukabumi, dan Malang, kini tidak perlu bingung mencari toko jual Al-Qur’an terdekat. Kami melayani pembelian online maupun offline, dengan pengiriman cepat dan aman langsung ke alamat Anda. Kami juga menyediakan layanan konsultasi agar Anda bisa memilih Al-Qur’an sesuai kebutuhan, baik untuk hafalan, belajar, maupun koleksi keluarga.

Dapatkan segera di kedai jual Al-Qur’an terpercaya kami dan rasakan kemudahan belanja tanpa harus jauh-jauh mencari tempat jual Al-Qur’an terdekat. Stok selalu tersedia, harga bersahabat, dan kualitas terjamin.

Belanja Al-Qur’an mudah, cepat, dan terpercaya bersama kami.


Order Now

Hashtag:
#jualalquran #jualalquranterjemahan #jualalquranpelangi #jualalquranrainbow

Lomba Agustusan yang Sering di Lombakan di Indonesia

 



Berikut 5 permainan lomba yang seru dan cocok untuk acara Agustusan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa:

1. Balap Karung Estafet

Deskripsi: Peserta dibagi menjadi tim, masing-masing anggota tim harus melompat dengan karung dari garis start ke tengah, lalu memberikan karung ke anggota berikutnya.

Tujuan: Melatih kerja sama tim dan ketangkasan.

Alat: Karung goni.

2. Lomba Makan Kerupuk

Deskripsi:Peserta berdiri atau jongkok dengan tangan di belakang, dan harus memakan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan.

Tujuan: Melatih kesabaran dan koordinasi gerakan.

Alat:Kerupuk, tali, dan bambu/gantungan.

3. Lomba Bawa Kelereng di Sendok

Deskripsi: Peserta harus membawa kelereng di atas sendok yang digigit di mulut, dan berjalan hingga garis akhir tanpa menjatuhkan kelereng.

Tujuan: Melatih keseimbangan dan fokus.

Alat: Sendok dan kelereng.

4. Tangkap Belut

Deskripsi: Peserta diminta menangkap belut yang licin dalam wadah berisi air atau lumpur. Bisa dibuat lebih aman dengan mengganti belut asli dengan benda licin seperti balon berisi air sabun.

Tujuan: Melatih kelincahan dan keberanian.

Alat: Belut/alternatif, baskom besar atau wadah air

5. Tarik Tambang

Deskripsi: Dua kelompok saling menarik tali tambang untuk menjatuhkan lawan ke garis batas.

Tujuan: Melatih kekompakan dan kekuatan tim.

Alat: Tambang besar, lapangan dengan garis batas.

Pantun Kemerdekaan Indonesia Cocok untuk Acara 17 an

Bulan Agustus biasanya banyak momen acara Agustusan. Pantun bisa jadi bahan menarik untuk menyegarkan suasana. Berikut ada 10 pantun bertema kemerdekaan yang bia digunakan atau dibaca aat acara Agustusan.

pantun agustusan

1.

Naik perahu ke pulau seberang,
Angin bertiup di tengah hari.
Tujuh belas Agustus datang,
Saatnya kita rayakan dengan gembira di hati.

2.

Pagi cerah langit membiru,
Bendera merah putih berkibar megah.
Semangat juang jangan pernah layu,
Mari lanjutkan perjuangan dengan gagah.

3.

Jalan-jalan ke Kota Lama,
Singgah sebentar beli kerupuk.
Kemerdekaan bukan hadiah semata,
Tapi hasil perjuangan penuh peluh dan peluk.

4.

Lompat tali di lapangan desa,
Anak-anak bersorak penuh canda.
Merdeka bukan hanya bersuka ria,
Namun tanggung jawab untuk bangsa tercinta.

5.

Makan siang dengan sambal terasi,
Lauk tempe dan juga ikan.
Mari bersatu dalam toleransi,
Jaga persatuan dan kedamaian.

6.

Burung terbang tinggi di awan,
Langit luas membentang lebar.
Jasamu pahlawan tak terlupakan,
Namamu harum sepanjang zaman mekar.

7.

Naik sepeda ke pasar pagi,
Beli buah dan sayuran segar.
Mari bangkitkan negeri ini,
Dengan ilmu, kerja, dan semangat membakar.

8.

Tarian daerah semarak di panggung,
Suara gamelan mengiringi riang.
Tujuh belas Agustus penuh agung,
Wujudkan cita dan harapan yang gemilang.

9.

Petani menanam padi di sawah,
Dengan sabar menunggu panen tiba.
Kemerdekaan bukan untuk berserah,
Tapi berjuang agar bangsa berjaya.

10.

Kibarkan bendera di pagi hari,
Langkah tegap penuh semangat.
Indonesia merdeka harga diri,
Mari kita jaga dengan tekad yang kuat.

---



Makna Kemerdekaan dalam Islam




Makna Kemerdekaan Menurut Islam

Dalam pandangan Islam, kemerdekaan bukan hanya sebatas terbebas dari penjajahan fisik atau kekuasaan asing, tetapi lebih dalam dari itu, yakni kebebasan jiwa dan akal dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Islam memandang bahwa manusia diciptakan untuk mengabdi hanya kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” Oleh karena itu, kemerdekaan sejati adalah ketika seseorang mampu melepaskan diri dari belenggu hawa nafsu, syirik, dan kezaliman, serta menjalani hidup sesuai petunjuk Ilahi.

Kemerdekaan juga berarti keadilan, persamaan hak, dan tanggung jawab sosial. Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW membebaskan umat dari sistem perbudakan, penindasan, dan ketidakadilan sosial yang merajalela di masa jahiliyah. Setiap individu memiliki nilai yang sama di hadapan Allah, dan tak ada kelebihan seseorang atas yang lain kecuali dengan ketakwaan. Nilai ini menjadi fondasi dalam membangun masyarakat merdeka yang berlandaskan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai umat Islam, memperingati kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, memperjuangkan kebenaran, serta menjaga moralitas dan keutuhan bangsa. Kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga, bukan hanya dengan simbolik, tetapi dengan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan beriman. Dengan begitu, kemerdekaan tidak hanya menjadi milik fisik, tapi juga ruhani, yang membawa manusia lebih dekat kepada tujuan hidup yang hakiki.