Depot Iqro As-Salam

Khutbah Jumat Tema Memakmurkan Masjid


Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalah
Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.
yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun

Al-Imran 185
Kullu nafsin dzaa'iqatul maut. Wa innama tuwaffawna ujurakum yaumal qiyamah. Faman zuhziha 'anin naari wa udkhilal jannata faqad faaz. Wa mal hayaatud dunyaa illaa mataa'ul ghuruur.
Terjemahan (Kemenag):
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
Dewan Syariah atau Sang Arsitek  Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, meninggal dunia. Sebelum mengembuskan napas terakhir, sosok yang dikenal sebagai "Ayahanda Marbot Masjid" ini meninggalkan sebuah pesan.
Ustaz Jazir menitipkan pesan bagi para pengurus masjid dan umat Islam untuk tetap konsisten dalam berdakwah. Hal itu ia sampaikan saat kondisi kesehatannya tengah menurun.
"Selama sakit, beliau terus berpesan untuk meneruskan perjuangan menghadirkan peradaban masjid," 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, masjid bukan sekadar bangunan tempat sujud, tetapi pusat kehidupan umat Islam. Di masjid, iman dikuatkan, ilmu disebarkan, dan ukhuwah dipererat. Allah memerintahkan kita untuk memakmurkan masjid, baik dengan ibadah maupun aktivitas kebaikan. Sebab, masjid yang makmur menjadi tanda hidupnya keimanan suatu masyarakat.

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah. 
Memakmurkan masjid memiliki hikmah besar bagi pribadi seorang muslim. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapat naungan Allah di hari kiamat. Ketika kita rutin shalat berjamaah, mengikuti kajian, dan berdzikir di masjid, hati menjadi tenang, akhlak terjaga, serta hidup lebih terarah dalam ridha Allah.

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah
Selain berdampak pada individu, masjid yang makmur juga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. Masjid menjadi tempat pembinaan generasi muda, penyelesaian persoalan umat, serta pusat dakwah yang menebarkan nilai kasih sayang dan persatuan. Dengan memakmurkan masjid, kita ikut menjaga moral masyarakat dan memperkuat persaudaraan sesama muslim.

Jama'ah Jum'at yang dimuliakan Allah
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memakmurkan masjid dengan niat ikhlas karena Allah. Hadiri shalat berjamaah, ramaikan masjid dengan ilmu dan amal shalih, serta jaga kebersihan dan kenyamanannya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang mencintai masjid, diberi keberkahan hidup di dunia, dan dikumpulkan bersama orang-orang shalih di akhirat. Aamiin.

barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

Khutbah ke II
Innal hamda lillaah, nahmaduhu wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a'maalinaa. Man yahdihillahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlil falaa haadiya lah.
Asyhadu an laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.
Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammadin wa 'alaa alihi wa ash-habihi ajma'iin.
Fayaa 'ibadallah, uushikum wa nafsii bi taqwallah, faqad faazal muttaquun.
Kaum muslimin jama'ah Jumat Rahimahullah
Setidaknya ada 4 Kiat singkat memakmurkan masjid
Rutin shalat berjamaah
Jadikan masjid sebagai tempat utama menunaikan shalat lima waktu.
Hidupkan dengan ilmu
Ikut dan dukung kajian, TPA, serta kegiatan keislaman di masjid.
Libatkan semua kalangan
Ajak pemuda, anak-anak, dan keluarga untuk aktif berkegiatan di masjid.
Rawat dan jaga masjid
Menjaga kebersihan, ketertiban, serta berinfaq untuk kebutuhan masjid.
Kaum muslimin jama'ah Jumat Rahimahullah mari kita berdoa agar kita senantiasa dibimbing oleh Allah agar tetap dalam jalan yg lurus dan diampuni segala khilaf dan dosa. Dan semoga hati kita termasuk yang terpaut dengan Masjid seperti halnya sabda Rasulullah.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapat naungan Allah di hari kiamat. 
Doa
Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahirobilalamkn
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Innallāha ya'muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā'i żil-qurbā wa yanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarūnhi 
Aqimus shalaah”,

Makna Surah Al-Humazah Mengingatkan Manusia agar Allah tidak Murka

 

Surah Al-Humazah menggambarkan kecaman Allah kepada orang-orang yang suka mencela, mengumpat, dan merendahkan orang lain, baik melalui ucapan maupun isyarat seperti mata, tangan, atau sikap tubuh. Kata al-humazah merujuk pada perilaku menghina secara terang-terangan, sementara al-lumazah bermakna merendahkan orang lain di belakang atau tanpa sepengetahuannya. Surah ini mengingatkan bahwa perilaku tersebut mencerminkan hati yang kotor dan penuh kesombongan. Orang-orang seperti ini merasa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain, sehingga kebiasaan meremehkan sesama menjadi bagian dari sikap sehari-hari. Allah menegaskan bahwa sifat ini adalah tanda dari kerusakan moral serta lemahnya iman.

Selain memperingatkan tentang akhlak buruk, Surah Al-Humazah juga menegur mereka yang gemar mengumpulkan dan menghitung-hitung harta dengan anggapan bahwa kekayaan dapat menjaga atau mengabadikan mereka. Padahal, harta tidak akan mampu menyelamatkan seseorang dari azab Allah. Surah ini menutup dengan gambaran neraka Huthamah, yaitu api yang melahap hingga ke dalam hati, sebagai balasan bagi orang yang sombong, menghina, dan merasa cukup dengan hartanya. Melalui pesan ini, surah Al-Humazah mengajarkan pentingnya menjaga lisan, sikap, dan hati dari kesombongan serta mengingatkan bahwa nilai manusia bukan ditentukan oleh harta, melainkan oleh amal dan ketakwaannya.

Manfaat Buku Iqro Bagi Pembelajaran Membaca Al-Quran

 


        Belajar Al-Qur’an menggunakan buku Iqro memberikan fondasi yang kuat bagi siapa saja yang ingin memahami cara membaca huruf hijaiyah dengan benar. Buku Iqro disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hingga cara membaca rangkaian kalimat sederhana, sehingga sangat cocok untuk pemula, baik anak-anak maupun orang dewasa. Metode ini membantu pembelajar menguasai tajwid dasar secara perlahan, tanpa harus merasa terbebani oleh materi yang terlalu banyak dalam satu waktu. Dengan struktur yang mudah dipahami, Iqro mampu meningkatkan kepercayaan diri pembelajar ketika mulai membaca Al-Qur'an secara mandiri.

        Selain itu, penggunaan buku Iqro memberi banyak manfaat spiritual dan pendidikan karakter. Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an, seseorang dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT serta menumbuhkan akhlak yang lebih baik. Proses belajar ini juga melatih kesabaran, ketekunan, dan konsistensi karena membutuhkan latihan berulang dan pembiasaan. Dengan metode yang sederhana namun efektif, buku Iqro telah menjadi alat penting dalam pendidikan Al-Qur’an dan terus membantu banyak umat Muslim untuk memahami dan mencintai kitab suci dengan lebih baik.



Manfaat membaca Al-Quran bagi Kesehatan

Membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Saat seseorang membaca ayat-ayat suci dengan tartil dan penuh penghayatan, ritme bacaannya membantu menstabilkan pernapasan serta menurunkan detak jantung. Aktivitas ini serupa dengan teknik relaksasi atau meditasi yang mampu menurunkan kadar stres dan hormon kortisol dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur’an dapat menenangkan sistem saraf, meningkatkan konsentrasi, dan membantu mengatasi gangguan kecemasan maupun insomnia.

Selain itu, membaca Al-Qur’an secara rutin dapat menjaga kesehatan otak. Aktivitas membaca, menghafal, dan memahami makna ayat-ayatnya melatih daya ingat serta memperkuat fungsi kognitif. Gerakan mulut dan lidah saat membaca juga melatih koordinasi saraf motorik halus. Secara emosional, kedekatan dengan Al-Qur’an membangun rasa syukur, sabar, dan optimisme yang berdampak langsung pada kebahagiaan dan keseimbangan mental seseorang. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga terapi alami untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

10 Pertanyaan Obrolan untuk Mengetahui Isi Hati Anak


Mengajak anak ngobrol kadang gampang-gampang susah. Kalau pertanyaannya terlalu serius, anak bisa jadi malas menjawab. Tapi kalau kita pintar memilih kata, anak justru akan merasa nyaman untuk bercerita. Nah, berikut ini ada 10 pertanyaan yang bisa membantu orang tua atau guru mengetahui isi hati anak, lengkap dengan penjelasan dan contohnya.

1. “Hari ini apa yang paling bikin kamu senang?”

Pertanyaan ini mengarahkan anak untuk mengingat momen positif yang baru saja mereka alami. Dengan begitu, mereka belajar fokus pada hal-hal yang menyenangkan.
 • Manfaat: Anak jadi terbiasa bersyukur dan menghargai hal kecil.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Hari ini apa yang bikin kamu paling senang?”
 • Anak: “Tadi main bola sama teman, menang gol!”
 • Orang tua: “Wah, pasti seru banget, ya. Kamu jadi makin semangat main bola?”

2. “Ada nggak sesuatu yang bikin kamu agak sedih atau kesal hari ini?”

Pertanyaan ini membuka ruang bagi anak untuk bicara tentang perasaan negatifnya. Mereka belajar bahwa merasa sedih atau marah itu wajar.
 • Manfaat: Anak tidak menumpuk perasaan dan merasa aman untuk jujur.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Ada nggak yang bikin kamu agak sedih atau kesal hari ini?”
 • Anak: “Tadi rebutan pensil sama teman, jadi sebel.”
 • Orang tua: “Hmm, pasti nggak enak ya. Kamu mau cerita lebih lanjut?”

3. “Siapa teman yang paling seru main bareng? Kenapa?”

Pertanyaan ini membantu kita mengenal lebih jauh dunia sosial anak.
 • Manfaat: Kita bisa tahu siapa teman baik anak, dan seperti apa tipe pertemanan yang mereka sukai.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Siapa sih teman yang paling seru main bareng?”
 • Anak: “Si Fira. Soalnya dia suka ketawa kalau aku cerita lucu.”
 • Orang tua: “Oh, berarti kamu nyaman kalau ada teman yang gampang ketawa, ya?”

4. “Kalau boleh mengubah satu hal di rumah atau sekolah, kamu mau ubah apa?”

Dengan pertanyaan ini, anak belajar mengungkapkan keinginannya dengan cara yang positif.
 • Manfaat: Anak merasa punya suara dan dilibatkan dalam lingkungan sekitar.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau boleh ubah satu hal di rumah, apa yang mau kamu ubah?”
 • Anak: “Jam tidurnya. Biar boleh tidur lebih malam.”
 • Orang tua: “Hehe, pasti pengin main lebih lama, ya? Kita bisa coba atur waktu biar tetap sehat.”

5. “Apa hal kecil yang bikin kamu bangga sama diri kamu sendiri hari ini?”

Pertanyaan ini mengajarkan anak menghargai pencapaian pribadi sekecil apa pun.
 • Manfaat: Meningkatkan rasa percaya diri anak.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa yang bikin kamu bangga sama diri kamu hari ini?”
 • Anak: “Aku bisa ngerjain soal matematika tanpa nanya.”
 • Orang tua: “Wah, keren! Berarti kamu makin mandiri, ya.”

6. “Kalau kamu lagi capek atau bete, biasanya pengin ngapain?”

Pertanyaan ini membantu kita memahami cara anak menenangkan diri.
 • Manfaat: Orang tua jadi tahu cara mendampingi anak saat suasana hati mereka kurang baik.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau kamu capek atau bete, biasanya pengin ngapain?”
 • Anak: “Nonton kartun.”
 • Orang tua: “Oke, berarti nonton kartun bisa bikin kamu lebih tenang, ya.”

7. “Apa hal yang paling kamu tunggu-tunggu minggu ini?”

Pertanyaan ini membuat anak lebih bersemangat membicarakan hal-hal menyenangkan yang akan datang.
 • Manfaat: Anak belajar menaruh harapan pada hal-hal positif.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa yang paling kamu tunggu minggu ini?”
 • Anak: “Hari Sabtu, soalnya ada latihan menari.”
 • Orang tua: “Wah, seru tuh. Kamu udah siapin gerakan barunya?”

8. “Ada hal yang bikin kamu takut tapi belum pernah kamu ceritain?”

Pertanyaan ini memberi ruang anak untuk membicarakan hal yang membuat mereka khawatir.
 • Manfaat: Anak belajar berani jujur tentang kerentanannya.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Ada hal yang bikin kamu takut nggak, tapi belum kamu ceritain?”
 • Anak: “Aku takut kalau harus tampil di depan kelas.”
 • Orang tua: “Wajar kok, banyak orang juga merasa begitu. Kita bisa latihan bareng, ya.”

9. “Kalau bisa kasih pesan ke Ayah, Ibu, atau Guru, apa yang mau kamu bilang?”

Pertanyaan ini memberi kesempatan anak menyampaikan perasaan mereka secara langsung.
 • Manfaat: Anak merasa suaranya penting dan dihargai.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Kalau kamu bisa kasih pesan ke Ayah/Ibu, mau bilang apa?”
 • Anak: “Aku pengin ayah main bareng lebih lama.”
 • Orang tua: “Oke, ayah usahakan, ya. Terima kasih sudah bilang jujur.”

10. “Apa harapan atau doa yang belum pernah kamu ceritain ke siapa pun?”

Pertanyaan ini membantu anak membicarakan impian atau doa pribadinya.
 • Manfaat: Membuka ruang refleksi dan memperkuat ikatan emosional.
 • Contoh obrolan:
 • Orang tua: “Apa doa atau harapanmu yang belum pernah kamu ceritain?”
 • Anak: “Aku pengin bisa punya sepeda baru biar bisa ikut teman-teman.”
 • Orang tua: “Wah, itu doa yang bagus. Semoga suatu saat bisa terkabul, ya.”
Penutup

Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin terlihat sederhana, tapi justru itulah kuncinya. Anak tidak suka ditanya dengan cara yang rumit, mereka lebih terbuka lewat obrolan santai. Dengan rutin mengajak ngobrol seperti ini, hubungan kita dengan anak akan jadi lebih dekat, hangat, dan penuh kepercayaan.
#guru #NewsUpdate #sekolah #belajar #pendidikan #newstoday

10 Materi Singkat Pentingnya Pendidikan Islam

1. Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan dalam Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudaraku, Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah cahaya. Dengan ilmu, hidup kita terang, tanpa ilmu kita mudah tersesat. Allah SWT berfirman, “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” (QS. Az-Zumar: 9). Maka, marilah kita jadikan ilmu sebagai penerang dalam kehidupan agar selamat dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

2. Menuntut Ilmu, Jalan Menuju Surga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Betapa mulianya menuntut ilmu. Setiap langkah kita ke majelis ilmu adalah langkah menuju ridha Allah. Maka jangan malas belajar, karena belajar adalah ibadah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

3. Pendidikan: Warisan Terbesar Rasulullah SAW

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW tidak mewariskan harta benda, tetapi beliau mewariskan ilmu. Siapa yang mengambil ilmu dari beliau, maka ia mendapat warisan yang terbaik. Maka mari kita jaga pendidikan, kita pelajari Al-Qur’an, sunnah, dan ilmu kehidupan, agar menjadi umat yang kuat dan mulia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

4. Mengapa Islam Mewajibkan Menuntut Ilmu?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Islam mewajibkan kita menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Sebab tanpa ilmu, kita tidak bisa beribadah dengan benar, tidak bisa membedakan yang halal dan haram. Karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban dasar setiap muslim, agar hidup kita terarah sesuai petunjuk Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

5. Peran Pendidikan dalam Membentuk Akhlak Mulia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ilmu bukan hanya untuk pintar, tetapi juga untuk membentuk akhlak mulia. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka pendidikan sejati adalah yang mengajarkan ilmu sekaligus menanamkan akhlak. Dengan akhlak mulia, ilmu kita bermanfaat dan membawa berkah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

6. Ilmu Lebih Berharga dari Harta

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Harta jika dibagi akan habis, tetapi ilmu jika dibagi akan semakin berkembang. Harta bisa dicuri, ilmu akan tetap melekat. Oleh karena itu, ulama jauh lebih mulia daripada orang kaya. Maka marilah kita utamakan menuntut ilmu, karena ilmu adalah harta sejati.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

7. Mendidik Generasi Qur’ani, Membangun Peradaban Islami

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bangsa yang maju lahir dari generasi berilmu. Generasi Qur’ani adalah generasi yang cerdas akalnya dan kuat imannya. Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan pendidikan. Maka mari kita didik anak-anak kita dengan Al-Qur’an dan ilmu yang bermanfaat, agar lahir generasi penerus peradaban Islam.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

8. Belajar Sejak Buaian Hingga Liang Lahat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pepatah Arab mengatakan, “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.” Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal usia. Selama kita hidup, kita harus belajar. Sebab setiap ilmu baru yang kita pelajari akan menjadi bekal di dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

9. Ulama, Pewaris Para Nabi: Pentingnya Menjadi Ahli Ilmu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Ulama adalah pewaris para nabi.” Pewaris nabi bukanlah orang kaya atau pejabat, melainkan orang berilmu. Maka siapa yang menuntut ilmu agama, ia sedang berjalan di jalan para nabi. Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi ahli ilmu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

10. Pendidikan Islami sebagai Pondasi Kebahagiaan Dunia Akhirat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pendidikan dalam Islam bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Ilmu yang kita pelajari akan membimbing kita dalam bekerja, beribadah, dan bermasyarakat. Dengan pendidikan Islami, kita mendapat kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan di akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jual Al-Quran Madinah


Sedang mencari kedai jual Al-Qur’an near me dengan pilihan lengkap dan harga terbaik? Kami hadir sebagai solusi bagi Anda yang membutuhkan Al-Qur’an berkualitas untuk pribadi maupun hadiah. Tersedia berbagai jenis Al-Qur’an, mulai dari Al-Qur’an terjemahan, Al-Qur’an pelangi, hingga Al-Qur’an rainbow dengan tampilan menarik dan mudah digunakan untuk belajar maupun tadabbur.

Bagi Anda yang berada di Jambi, Pontianak, Bekasi, Sukabumi, dan Malang, kini tidak perlu bingung mencari toko jual Al-Qur’an terdekat. Kami melayani pembelian online maupun offline, dengan pengiriman cepat dan aman langsung ke alamat Anda. Kami juga menyediakan layanan konsultasi agar Anda bisa memilih Al-Qur’an sesuai kebutuhan, baik untuk hafalan, belajar, maupun koleksi keluarga.

Dapatkan segera di kedai jual Al-Qur’an terpercaya kami dan rasakan kemudahan belanja tanpa harus jauh-jauh mencari tempat jual Al-Qur’an terdekat. Stok selalu tersedia, harga bersahabat, dan kualitas terjamin.

Belanja Al-Qur’an mudah, cepat, dan terpercaya bersama kami.


Order Now

Hashtag:
#jualalquran #jualalquranterjemahan #jualalquranpelangi #jualalquranrainbow

Lomba Agustusan yang Sering di Lombakan di Indonesia

 



Berikut 5 permainan lomba yang seru dan cocok untuk acara Agustusan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa:

1. Balap Karung Estafet

Deskripsi: Peserta dibagi menjadi tim, masing-masing anggota tim harus melompat dengan karung dari garis start ke tengah, lalu memberikan karung ke anggota berikutnya.

Tujuan: Melatih kerja sama tim dan ketangkasan.

Alat: Karung goni.

2. Lomba Makan Kerupuk

Deskripsi:Peserta berdiri atau jongkok dengan tangan di belakang, dan harus memakan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan.

Tujuan: Melatih kesabaran dan koordinasi gerakan.

Alat:Kerupuk, tali, dan bambu/gantungan.

3. Lomba Bawa Kelereng di Sendok

Deskripsi: Peserta harus membawa kelereng di atas sendok yang digigit di mulut, dan berjalan hingga garis akhir tanpa menjatuhkan kelereng.

Tujuan: Melatih keseimbangan dan fokus.

Alat: Sendok dan kelereng.

4. Tangkap Belut

Deskripsi: Peserta diminta menangkap belut yang licin dalam wadah berisi air atau lumpur. Bisa dibuat lebih aman dengan mengganti belut asli dengan benda licin seperti balon berisi air sabun.

Tujuan: Melatih kelincahan dan keberanian.

Alat: Belut/alternatif, baskom besar atau wadah air

5. Tarik Tambang

Deskripsi: Dua kelompok saling menarik tali tambang untuk menjatuhkan lawan ke garis batas.

Tujuan: Melatih kekompakan dan kekuatan tim.

Alat: Tambang besar, lapangan dengan garis batas.

Pantun Kemerdekaan Indonesia Cocok untuk Acara 17 an

Bulan Agustus biasanya banyak momen acara Agustusan. Pantun bisa jadi bahan menarik untuk menyegarkan suasana. Berikut ada 10 pantun bertema kemerdekaan yang bia digunakan atau dibaca aat acara Agustusan.

pantun agustusan

1.

Naik perahu ke pulau seberang,
Angin bertiup di tengah hari.
Tujuh belas Agustus datang,
Saatnya kita rayakan dengan gembira di hati.

2.

Pagi cerah langit membiru,
Bendera merah putih berkibar megah.
Semangat juang jangan pernah layu,
Mari lanjutkan perjuangan dengan gagah.

3.

Jalan-jalan ke Kota Lama,
Singgah sebentar beli kerupuk.
Kemerdekaan bukan hadiah semata,
Tapi hasil perjuangan penuh peluh dan peluk.

4.

Lompat tali di lapangan desa,
Anak-anak bersorak penuh canda.
Merdeka bukan hanya bersuka ria,
Namun tanggung jawab untuk bangsa tercinta.

5.

Makan siang dengan sambal terasi,
Lauk tempe dan juga ikan.
Mari bersatu dalam toleransi,
Jaga persatuan dan kedamaian.

6.

Burung terbang tinggi di awan,
Langit luas membentang lebar.
Jasamu pahlawan tak terlupakan,
Namamu harum sepanjang zaman mekar.

7.

Naik sepeda ke pasar pagi,
Beli buah dan sayuran segar.
Mari bangkitkan negeri ini,
Dengan ilmu, kerja, dan semangat membakar.

8.

Tarian daerah semarak di panggung,
Suara gamelan mengiringi riang.
Tujuh belas Agustus penuh agung,
Wujudkan cita dan harapan yang gemilang.

9.

Petani menanam padi di sawah,
Dengan sabar menunggu panen tiba.
Kemerdekaan bukan untuk berserah,
Tapi berjuang agar bangsa berjaya.

10.

Kibarkan bendera di pagi hari,
Langkah tegap penuh semangat.
Indonesia merdeka harga diri,
Mari kita jaga dengan tekad yang kuat.

---



Makna Kemerdekaan dalam Islam




Makna Kemerdekaan Menurut Islam

Dalam pandangan Islam, kemerdekaan bukan hanya sebatas terbebas dari penjajahan fisik atau kekuasaan asing, tetapi lebih dalam dari itu, yakni kebebasan jiwa dan akal dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Islam memandang bahwa manusia diciptakan untuk mengabdi hanya kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” Oleh karena itu, kemerdekaan sejati adalah ketika seseorang mampu melepaskan diri dari belenggu hawa nafsu, syirik, dan kezaliman, serta menjalani hidup sesuai petunjuk Ilahi.

Kemerdekaan juga berarti keadilan, persamaan hak, dan tanggung jawab sosial. Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW membebaskan umat dari sistem perbudakan, penindasan, dan ketidakadilan sosial yang merajalela di masa jahiliyah. Setiap individu memiliki nilai yang sama di hadapan Allah, dan tak ada kelebihan seseorang atas yang lain kecuali dengan ketakwaan. Nilai ini menjadi fondasi dalam membangun masyarakat merdeka yang berlandaskan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai umat Islam, memperingati kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, memperjuangkan kebenaran, serta menjaga moralitas dan keutuhan bangsa. Kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga, bukan hanya dengan simbolik, tetapi dengan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan beriman. Dengan begitu, kemerdekaan tidak hanya menjadi milik fisik, tapi juga ruhani, yang membawa manusia lebih dekat kepada tujuan hidup yang hakiki.


Cerita Hikmah

 Allah, Engkau Sungguh Lucu

Engkau muliakan orang yang Kau kehendaki.

Dan Kau rendahkan orang yang Engkau mau.

Aku tertawa sendiri dalam hati.

Dunia ini memang lucu, penuh hal paradoks dan seringkali di luar logika, akal manusia, hitung-hitungan atau prediksi.

Contoh dan buktinya tersaji di depan mata pagi ini.

Saat aku riset lomba blog feature, in-depth news.

Dan aku geli sendiri ketika menemui salah satu pemenang bulanannya adalah tulisan singkat, ringkas nan padat dengan dua foto yang menyertai.

Dua foto dan dua paragraf saja, kalau aku tidak salah.

Aku ingat dua hal ini saat menemukan akhir tulisan dan masih mencari.

Sambungan tulisan lainnya mana? Apa hanya ini isi tulisannya?

Sembari tak percaya, ku scroll ke bawah.

Nihil. Tulisannya benar-benar telah khatam ternyata.

Aku sempat tertegun, terpana, terkejut juga. Tapi aku sudah belajar.

Bahwa segala sesuatu di dunia, setiap kejadian dan peristiwa yang terjadi, ada Allah di baliknya. Maklum, Ia-lah sang produser sekaligus sutradara, kan? Meski memberi ruang luas manusia untuk improvisasi juga.

Jadi ... aku pun meluncur ke blog sang pemenang bulanan. Kutemukan jawab kenapa ia pantas menjadi juara.

Kesibukan sosial tampaknya adalah jawaban dari kemenangannya kali ini.

Begitu juga juara bulanan lain yang kubaca, kembali membuat sedikit kaget dan geli karena keringkasan tulisan lombanya. Pemenang yang kedua ini, sepertinya juga sibuk mengurusi urusan di luar masalah pribadi dan ber-impact ke banyak orang. Untuk itulah ia pantas dihadiahi juara.

Kemenangannya, dan juara sebelumnya adalah akumulasi buah kebaikan yang mereka telah tebar sebelum ini. Kesimpulanku.

Karena sibuk mengurusi orang, maka Tuhanlah yang mengurus mereka.

Salah satu cara Allah urus mereka, dengan menyematkan hadiah kemenangan bulanan tersebut.

Meski aku masih tetap merasa geli sendiri.

Iya sih tulisan mereka singkat, padat dan mengena sasaran. Merangkum semua lima H dan satu W. Tapi honest, baru sekarang aku temukan tulisan seringkas nan padat seperti itu berhasil raih juara.

Apakah ini bukti orang pintar, terampil kalah dengan orang bejo (beruntung)? Bisa jadi.

Allah, dunia ini sungguh lucu, Engkau pun begitu? Karena bukankah dunia adalah representasi-Mu? Allah Maha Lucu, Kreatif, Inovatif dan Unpredictable.

Wallahu’alam.


*With men one thing is possible, with God all things are possible – from The Blind Side movie

Pantun Kehidupan

 01.

Kicau burung riuh sekali, picu munculnya kehangatan hati

Mari diri jaga asa di hati, demi baiknya diri dan negeri

02.

Kicau burung riuhkan hari, membuat suasana warna-warni

Ayo hati tetaplah berseri, agar bahagia dirimu sendiri

03.

Merdu nian burung berkicau, suaranya ramaikan pagi

Yang bisa semangatimu, terutama dirimu sendiri

04.

Pagi diwarnai burung berkicau, riuhnya membuat kacau

Tak bisa kembali waktu, ia datang sekali di hidupmu

05.

Terdengar suara mesin cuci, mengaduk baju tanpa henti

Ayo hati bangkitlah kau kini, kuat tangguh hadapi hidup ini

06.

Mesin cuci terdengar lagi, berputar lagi dan lagi

Ayo diri jaga asa di hati, agar tetap semangat jalani hari

07.

Sinar mentari cerahkan bumi, hangatkan hati usir ragu diri

Ayo Kawan jaga asa di hati, agar tak loyo hadapi hari

08.

Kicau tonggeret ribut sekali, warnai pagi hari ini

Tetap semangat apa pun yang terjadi, karna Gusti kan slalu awasi

09.

Siang hari tetapkan hati menulis, meski lapar menggerogoti

Ayo Kawan fokus kelarkan tugas, jangan ikuti mood tak pasti

Pantun Semangat

 01.

Awan pancarkan sinar mentari, kicau burung bangkitkan pagi

Mari Kawan mulai hari, awali dengan senyum dari hati

02.

Cakrawala cerah hari ini, tularkan asa jalani hari

Sungguh cerah suasana pagi ini, ingatkan akan kuasa Sang Rabbi

03.

Mendung warnai angkasa raya, terbitkan sendu di jiwa

Ayo Kawan semua jaga asa, agar tetap menyala ia dalam jiwa

04.

Senandung menyapa telinga, ingatkan hati pada Sang Esa

Tetap ingat syukur hai jiwa, agar  tegar langkah kaki di dunia

05.

Awan berarak bersama, dalam gerak tak punya arti

Bangunlah jiwa pejuang mulia, demi baiknya diri dan bumi

06.

Sinar matahari menyapa, tularkan semangat memulai hari

Ayo bangkitlah jiwa, agar tak ada penyesalan nanti

07.

Mendung warnai pagi, kicau burung serikan hari

Ayo Kawan awali hari, niat dan doa pada Ilahi Rabbi

08.

Sinar mentari cerahkan hari, hangat terasa badan ini

Ayo diri gegas awali hari, bekerja bagi kemuliaan diri

09.

Malam-malam makan mie, jangan lupa dengan camilan

Ayo teman siapkan diri, tak kaget dengan tantangan di depan

10.

Menu sahur sajikan tape, percaya harus selalu terjaga

Jaga mata dari HP, jangan lihat ia terlalu lama

11.

Mendung lagi di angkasa, semoga tidak berubah hujan ia

Ayo Kawan jaga asa, agar tak menghilang ianya

12.

Matahari cerah hari ini, bumi pun hangat lagi

Bangun semangat dari hati, demi baiknya hidup nanti

13.

Gelap selimuti bumi, dzikir mewarnai malam hari

Malam hari mendung lagi, berdoa moga tak hujan lagi

14.

Burung hinggap di pohon tinggi, tetap lincah terbang kesana kemari

Ayo Kawan jaga semangat di hati, agar tak pudar oleh putaran hari

Pantun Nasehat

Sinar mentari malu unjuk diri

Perlahan dia hangatkan hari

Hari baru telah dimulai

Lembaran baru siap diberi hati


Musik instrumental temani diri

Menggurat kata merangkai cerita

Sungguh beruntung diri ini

Masih berpeluang raih ampunan-Nya


Tergelar sajadah di lantai

Tempat bersujud rendahkan diri

Smoga semua semakin baik nanti

Seiring adanya kesadaran hati


Suara burung setia temani

Ramaikan pagi ceriakan hari

Sungguh beruntung hari ini

Masih bisa terbuka mata ini


Tegukan air segar sekali

Nikmat lain yang didapati

Sungguh beruntung saya ini

Tak ada keluhan badan ini

Keberanian Sedekah Mbak Nita

Kalau melihat sosoknya, mungkin orang tidak menyangka. Bahwa seorang Juanita (Mbak Nita) telah memiliki keyakinan yang mantap akan pertolongan Alloh bagi mereka yang bersedekah.

"Aku dulu, sebelum kasih makan kucing hanya ada uang 400k sebulan. Sekarang tiap bulan aku dapat kiriman 1,8 juta." Mbak Nita bersemangat bercerita. "makanya jangan takut-takut kasih makan kucing. Kasihan mereka."

Ya, saya memang tidak rutin memberi makan seekor kucing yang suka mampir ke rumah. Anggaran untuk beli makanan kucing pun tidak ada. Jadi ... kalau di rumah ada makanan yang si pus mau, Kiko (kucing itu) pun dapat makanan. Sementara bila si pus tidak mau telur atau lainnya sehingga tidak mendapat makanan, ia pun pergi.

Mbak Nita yang beberapa lama pernah memberi makan untuk 13 kucing liar di sekitar rumahnya agak marah dengan hal itu. Saya juga marah dengan diri sendiri karena sempat tidak peduli dengan Kiko. Akibatnya, Kiko pun kabur saat akan diperiksa karena dehidrasi dan tidak ketemu atau kembali mampir ke rumah kami setelah itu. Padahal kami sekeluarga sudah terbiasa dan mulai menyayanginya.

"Kita kan makan tiap hari. Mosok kucing nggak dikasih makan tiap hari. Kasihan kucingnya, nggak pasti dapat makan. Apalagi tidak banyak yang peduli." Mbak Nita pun mengomel.

Saya hanya terdiam, sedih dan menyesal karena hilangnya Kiko. "Mbak Nita niatnya apa pas kasih makan kucing?" Saya spontan bertanya.

"Kasihan sama kucingnya." Si Mbak menjawab pendek. Ia yang setiap hari suka mendengar pengajian Aa Gym dan lainnya di radio itu agak heran dengan kekurang beranian saya bersedekah, memberi makan kucing liar yang butuh makan.

"Kamu kan ilmu agamanya lebih banyak dari aku." Itu alasan Mbak Nita yang heran dengan ketakutan saya. Belum tahu dia kalau tahu banyak itu belum tentu paham, paham belum tentu mengamalkan, mengamalkan belum tentu bijak alias tepat dalam bertindak.

Jadi sedekah, siapa takut?  Semua kembali lagi pada tingkat keyakinan diri pada-Nya? Wallahu'alam bish shawab.

Nabi Muhammad yang Tampan, Penyantun Si Papa

 Nabi Muhammad yang Tampan, Penyantun Si Papa 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Alloh (TQS Al Ahzab (33): 21)

Pernah terjadi kasus penghinaan kepada Nabi Muhammad di luar negeri, Belanda kalau tidak salah ingat. Menariknya, salah satu ulama di sana memilih tindakan out of the box untuk menyelesaikan masalah. Beliau bertemu dengan sang penghina Nabi saw dan menelisik, 'menanyakan' dari mana serta bagaimana pendapat ngawur tersebut terbentuk.

Terbukti kemudian bahwa memang si penghina kekasih Alloh ini mendapat informasi dari sumber dan orang yang salah. Tidak heran bila kemudian pendapatnya pun jauh dari kebenaran.

Sejatinyalah dalam pribadi Nabi Muhammad telah ada semua alasan yang menjadikan beliau pantas menjadi idola atau teladan. Berikut ini antara lain alasan-alasan tersebut:

1. Dari segi fisik

Para nabi utusan Alloh termasuk Nabi Muhammad, Alloh desain tampan serta enak dipandang. Selain itu beliau termasuk seorang yang bugar, jarang sakit karena terbiasa menjaga kebersihan hati, suka berolahraga, memperhatikan pola makan dan kebersihan.

2. Dari segi nasab, keturunan

Secara bibit, bobot, bebet maka nasab beliau bisa ditelusur sampai pada Nabi Ibrahim a.s, bapak para nabi. Tidak heran bila Abu Bakar, sang ahli silsilah Arab pun langsung mempercayai dan mengakui ketika Nabi Muhammad menyatakan kenabian beliau.

3. Dari segi kisah hidup

Sejak kecil, Nabi saw sudah ditinggal wafat ayahandanya. Setelah itu ibunda dan kakek yang amat menyayanginya pun tiada. Dalam naungan sang paman yang memiliki banyak anak dan terbatas secara ekonomilah Nabi Muhammad tumbuh besar.

Tidak heran bila Nabi Muhammad menjadi pribadi yang begitu peduli serta penyantun kepada kaum papa tak punya, juga anak yatim dan lainnya. Pengalaman telah mengajarkan kepada beliau secara langsung arti kepahitan hidup itu.

4. Dari segi karakter, kepribadian

Sampai sekarang, 1446 tahun hijriah, sepertinya belum ada lagi manusia yang mendapat julukan Al Amin, yang terpercaya. Kaum Quraisy di mana Nabi saw tumbuh melabeli beliau sebagai yang bisa dipercaya, amanah, sama antara perkataan dan perbuatan.

Bahkan uniknya, mereka yang tidak mempercayai kenabian beliau, notabene musuh beliau, tetap menitipkan barang-barang kepada beliau, tetap lebih percaya pada beliau daripada lainnya. 

5. Dari segi kepemimpinan

Kebijaksanaan beliau terlihat saat kasus peletakkan hajar aswad. Kaum Quraisy sempat bersitegang tentang kabilah mana yang berhak memindahkan batu surga tersebut. Nabi saw pun membentangkan kain dan meminta perwakilan masing-masing kabilah memegang kain kemudian mengangkat hajar aswad secara bersama. 

Harapannya, akan semakin banyak orang termasuk kaum mudanya yang mengenal dan jatuh cinta pada rasulullah saw, rasul akhir zaman. Wallahu'alam bish shawab.

Apa yang Kita Lakukan Hari ini?

*Apa yg kita lakukan hari ini?*
Ustadz. Subhan, M.Pd
Madjid Jami' At-Taqwa 19 April 2025
Semangat Ramadhan berimbas pada bulan Syawal. 
Beribadahlah kamu (person orang) kepada Tuhanmu sampai datang kepada kamu kematian. (Al-Hijr 99) 
Maknanya 
Apa yg harus dilakukan hari ini tetap beribadah pada Allah sampai kamu mati. 
Ibadah menurut Ibnu Taimiyah :
*Dunia ada surga siapa yg tidak masuk surga dunia jangan berharap surga di akhirat. Apa surga dunia itu? Orang yg selalu taat pada Allah dan Rasul-Nya.*
Maknanya : Surga dunia ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya ( Menghidupkan sunnah Nabi) 
Ada 5 tingkatan manusia :
Muslim (seorang yg menyatakan keislamannya) ada istilah islam KTP blm tentu memiliki iman. 
Mukmin. 
Muhsin. (Memperbaiki terus keimanannya).
Mukhlis. ( Semua peribadahan diserahkan pada Allah (Ikhlas : murni) ) 
Muttaqin (Orang yg selalu berdampingan pada Allah). 
*Ciri org yg Muttaqin :*
Didalam hati ada furqon (pembeda) mana yg haq dan batil.
*3 tahapan proses :*
Maafkan, salami, bebaskan. 
*Dampak positif pada tahap Muttaqin : Orang yg beruntung*

Jalan Menuju Taqwa

*Resume pengajian buka puasa 18 Maret 2025 Ustadz. Hidayatur Rahman*
=====
Selain hati perangkat keimanan yg bikin manusia hebat dari makhluk lain adalah akal. 

Pahala bersifat ghoib tidak diperlihatkan. Allah beri kebebasan pada manusia, Allah beri petunjuk  tanda dan mengirim utusan. 

Hal ghoib adalah dasar keyakinan pada umat Islam. 

Manusia di zaman Akhir tidak ada yg bodoh karena pengetahuan sangat mudah di akses. 

Dinamakan ulama ketika dia punya 2 hal : Punya ilmu dan ilmunya membimbing dirinya untuk selalu taat. 
Kata Allah nafkahkan sebagian tidak seluruhnya. Orang bertaqwa ketika dapat rizky sebagian harus di sedekahkan. Rizky itu pemberian Allah dan wasilahnya aktifitas kita sehari-hari. 
3 Macam jenis dosa :
*Pertama*
Dosa yg tdk diampuni ( Menyekutukan Allah (syirik ) ) 
*Kedua*
Dosa langsung pada Allah (Hablumminallah)( contoh : ketika tidak menjalankan perintah Allah ) kalau minta ampun akan dihapus oleh Allah. Dianjurkan kita istighfar setiap hari.
*Ketiga*
Dosa karena berbuat aniyaya pada manusia yg lain (Hablumminannas). ( Harus minta maaf pada manusia tersebut) Derajat memaafkan lebih tinggi daripada yg minta maaf. Ada amalan memaafkan siapa saja sebelum tidur, bisa jadi amalan masuk surga. 

Kebahagiaan dunia terletak pada iman. Kehidupannya selamat dan damai kalau ada iman. Kedua sehat, orang sehat cita-citanya seribu, orang sakit cita-citanya 1 sembuh. 

Dunia bagi orang mukmin itu penjara, surga nya esok di akhirat. 

Doa yg utama 
Doa "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzabannar" dalam bahasa Arab adalah: "ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار". Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka." 

Kalau dikabulkan doa tersebut termasuk seberuntung-beruntungnya orang.

5 Nasehat yg Perlu di Ingat

*Resume pengajian buka puasa 14 Maret 2025 Ustadz. Abdurrahman Pires*
=====
Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu jadi jalan masuk surga. 
=====
Kalender Hijriyah kita jadikan acuan umat islam. 

5 Nasehat yg perlu di ingat
Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara
Waktu mudamu sebelum tuamu
Waktu Sehatmu sebelum sakitmu
Waktu Kayamu sebelum miskinmu
Waktu Luangmu sebelum sibukmu
Waktu Hidupmu sebelum matimu

Jangan menyesal ketika tua waktu mudanya tidak dimanfaatkan untuk beribadah dan menuntut ilmu agama. Mulailah sejak muda beribadah maksimal. 

Gunakan waktu sehat untuk ibadah. Usahakan jamaah di Masjid jarak tidak boleh jadi penghalang.semakin jauh yang ditempuh semakin banyak pahala. Banyak keutamaan berjalan kaki ke Masjid. Satu langkah diangkat derajat nya dan langkah berikutnya diampuni dosanya

Hati-hati kalau disibukkan dunia dan kita lalai sampai lupa akhirat. Jangan sampai terkejut kalau tiba-tiba di panggil Allah dengan bekal akhirat yg kurang. Jadikan ibadah yang utama. Berbisnis lah dengan Allah SWT, saat ibadah tunaikan agar berkah hidupnya. Berlomba-lombalah dalam ibadah pada Allah. 

Ciri-ciri bertaqwa berinfaq kala dia disaat lapang dan sempit. Harta adalah titipin bisa jadi harta titipan itu menambah amal kebaikan kita. Maksimalkan harta yg dimiliki untuk berinfaq dan bersedekah. 

Lakukan apa yg ingin kamu lakukan tapi kita akan kembali pada Allah. Maksimalkan usia kita beramal sholeh agar cukup bekal menghadap Allah SWT. 

Nasehat ingat 5 sebelum yg 5. Agar kita bersungguh-sungguh beribadah pada Allah SWT. 

Keutamaan Membaca Al-Quran

*Resume Kajian Buka Puasa KH. Mathori di Masjid Baiturrahman Minomartani 13 Maret 2025*
Disurga ada sungai
Air bening
Air miras yg tidak memabukan. 
Air madu. 
Air susu. 

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran. 

Al-Quran tak saja dihafalkan tapi di amalkan. Hikmah dari Surat Al-Maun yg diajarkan Berulang-ulang oleh KH. Ahmad Dahlan. 

Yg lancar baca Al-Quran dikumpulkan bersama malaikat mulia, yg tidak lancar dapat pahala belajar Al-Quran dan pahala membaca Al-Quran. 

“Tidak boleh beriri hati kecuali dalam dua perkara, yaitu seorang yang diberi Allah ilmu Alquran, lalu dilaksanakannya sepanjang malam dan siang hari, dan seorang yang dianugerahi harta banyak, lalu diinfakkan sepanjang malam dan siang hari.” (HR Muslim)

Bacaan yang ringan di lisan tetapi berat di timbangan adalah "Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azim". Kalimat ini merupakan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW.