Depot Iqro As-Salam: May 2026

Amalan di Hari Arafah

🌙✨ Jangan lewatkan keberkahan Hari Arafah…
Puasa Arafah bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga momen terbaik untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah 🤲💚

Di hari yang penuh ampunan ini, yuk isi waktu dengan: 
✨ Dzikir terbaik 
✨ Istighfar 
✨ Doa untuk orang tua 
✨ Memohon rezeki & kemudahan 
✨ Membaca Al-Qur’an dan sholawat

Semoga setiap doa yang kita panjatkan di Hari Arafah menjadi jalan datangnya ampunan, keberkahan, dan kebaikan hidup 🤍

📌 Save postingan ini agar tidak lupa diamalkan
📤 Share ke keluarga dan sahabat tersayang

📱 IG: @depotiqroassalam
📞 WA: 082133631419

*Follow IG*
https://www.instagram.com/p/DYx8YhBEtYX/?igsh=eDZkemd2a29sa3lz

#PuasaArafah #HariArafah #DoaArafah #IslamicReminder #MuslimIndonesia

Buku iqro lengkap

Jual Buku Iqro | https://wa.me/6282133631419
Buku iqro 1 bandel jilid 1-6 jadi satu. Spesifikasi
✅ Ukuran besar A5 15 x 21 cm. 
✅ Buku Asli Produk AMM bukan bajakan. 
✅ Bahan kertas CD
✅ Berat 200 gram
=====
Harga Rp. 15.000
=====
Depot Iqro Assalam
Kami adalah toko online yang menyediakan kebutuhan ngaji. Antara lain :
✅ Buku Iqro
✅ Al-Quran
✅ Seragam Santri
✅ Buku Materi TPA
✅ Baju wisuda
✅ Peraga Iqro
Depot Iqro Assalam sudah 10 tahun melayani kebutuhan ngaji di seluruh Indonesia. Kami siap membantu menyediakan kebutuhan ngaji. 
Office
Sleman Yogyakarta
buku iqro, buku iqro jilid 1-6, buku iqro klasikal, buku iqro 1-6, buku iqro besar, buku iqro lengkap, buku iqro jilid 1, buku iqro anak, buku iqro juz amma, grosir buku iqro anak, jual buku iqro anak
#bukuiqro #bukuiqropertamaku #bukuiqroanak #bukuiqromurah #bukuiqromilenial 

Hukum Puasa Arafah dan Keutamaannya dalam Islam

 


Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Dinamakan Puasa Arafah karena bertepatan dengan waktu jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Hukum Puasa Arafah

Hukum Puasa Arafah adalah **sunnah muakkadah** (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi muslim yang tidak berhaji.

Para ulama sepakat bahwa puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena terdapat dalil shahih dari Rasulullah ﷺ.

Dalil Shahih Tentang Puasa Arafah

Dari Abu Qatadah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan Puasa Arafah sebagai sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama dua tahun.

Hukum Puasa Arafah bagi Orang yang Sedang Haji

Bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji di Arafah, hukum puasa Arafah tidak dianjurkan bahkan lebih utama untuk tidak berpuasa agar memiliki kekuatan saat wukuf dan berdoa.

Hal ini berdasarkan hadits shahih:

“Bahwasanya Nabi ﷺ tidak berpuasa pada hari Arafah ketika beliau berada di Arafah.”

(HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123)


Keutamaan Puasa Arafah

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan terbesar puasa Arafah adalah dihapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh.

2. Termasuk Amalan di Hari Mulia

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk hari paling mulia dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”

(HR. Bukhari no. 969)

Karena itu, puasa Arafah termasuk ibadah yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia tersebut.


Niat Puasa Arafah

Niat cukup di dalam hati bahwa seseorang akan melaksanakan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.

Boleh juga dilafalkan:

“Nawaitu shauma sunnati ‘Arafah lillahi ta‘ala.”

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Waktu Pelaksanaan

Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Penutup

Puasa Arafah merupakan ibadah sunnah yang memiliki pahala dan keutamaan luar biasa. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk memperoleh ampunan dosa.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dan mendapatkan keberkahan di hari Arafah. Aamiin.

10 Ucapan Hari Raya Idul Adha dan Pantun Idul Adha

 1. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

Semoga setiap pengorbanan menjadi jalan datangnya keberkahan, dan setiap keikhlasan menghadirkan kebahagiaan.

Jalan pagi membeli ketan,

Pulangnya singgah membeli lada.

Meski jarak membentang lautan,

Tetap hangat ucapan Idul Adha.


2. Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tapi tentang belajar ikhlas dan peduli kepada sesama. Selamat merayakan bersama keluarga tercinta.

Burung merpati terbang melayang,

Hinggap sebentar di pohon mangga.

Mari berbagi penuh kasih sayang,

Di hari suci Idul Adha.


3. Semoga hati kita selembut doa, seikhlas Ibrahim, dan setaat Ismail. Selamat Hari Raya Idul Adha.


Pagi hari minum jamu,

Duduk santai di atas kursi.

Semoga hidup penuh restu,

Dan hati selalu bersih.


4. Tak perlu menunggu kaya untuk berbagi, karena ketulusan selalu lebih berarti. Selamat Idul Adha penuh berkah


Pergi ke pasar membeli kelapa,

Jangan lupa membeli pepaya.

Hari raya penuh suka cita,

Saat terbaik menebar bahagia.


5.Selamat Hari Raya Idul Adha! Semoga rezeki dilapangkan, hati ditenangkan, dan hidup dipenuhi keberkahan


Naik sepeda menuju kota,

Singgah sebentar membeli roti.

Mari sambut Idul Adha,

Dengan hati yang suci dan berarti.


6. Idul Adha mengajarkan bahwa cinta sejati lahir dari keikhlasan dan pengorbanan. Mohon maaf lahir dan batin.


Air mengalir di sela batu,

Sejuk terasa di siang hari.

Mari saling membantu,

Agar hidup makin berarti.


7.Selamat merayakan Idul Adha. Semoga segala doa yang dipanjatkan kembali dalam bentuk kebahagiaan dan keberlimpahan.


Anak kecil bermain layang,

Layangnya tinggi terkena awan.

Semoga hidup penuh sayang,

Dan selalu dalam keberkahan.


8.Hari raya adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa syukur. Selamat Idul Adha 1447 H


Menanam bunga di halaman rumah,

Disiram pagi agar merekah.

Semoga Idul Adha membawa berkah,

Hidup damai penuh rahmah.


9.Semoga semangat berkurban menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan peduli. Selamat Hari Raya Idul Adha.


Pergi memancing membawa umpan,

Dapat ikan di tepi rawa.

Mari sambut hari pengorbanan,

Dengan cinta untuk sesama.


10.Selamat Idul Adha! Jadikan hari ini sebagai pengingat untuk selalu berbagi, memaafkan, dan bersyukur.


Malam hari melihat bintang,

Bintang terang indah bercahaya.

Meski sederhana ucapan datang,

Semoga membawa bahagia.


Hikmah Idul Adha

 

Hikmah Idul Adha

Apa hikmah yang didapat dari perayaan Idul Adha?

Idul Adha mengajarkan umat Muslim tentang makna keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, menjadi teladan bahwa seorang hamba harus menempatkan perintah Allah di atas kepentingan pribadi. Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan dengan niat tulus akan membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Selain itu, Idul Adha juga mengandung hikmah tentang kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui ibadah kurban, daging hewan yang disembelih dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Tradisi ini mempererat hubungan antarmanusia, menumbuhkan rasa empati, serta mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat. Dengan berbagi rezeki, umat Islam diajak untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Hikmah lain dari Idul Adha adalah pentingnya memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan. Perayaan ini menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak hanya sekadar merayakan hari besar, Idul Adha juga mengingatkan umat Islam agar selalu sabar, ikhlas, dan rela berkorban demi kebaikan bersama. Dengan memahami makna tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.


Syarat Kurban Idul Adha

 


Ibadah kurban merupakan salah satu bentuk ketaatan tertinggi kepada Allah SWT yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik. Untuk memastikan ibadah ini sah dan diterima, terdapat kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh orang yang berkurban maupun hewan yang akan dikurbankan.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai syarat berkurban:
Syarat bagi Orang yang Berkurban
1. Beragama Islam :
Ibadah kurban hanya diwajibkan dan diterima dari seorang Muslim.
2. Baligh dan Berakal:
Orang yang berkurban harus sudah dewasa dan memiliki kesadaran mental yang penuh.
3. Mampu secara Finansial: 
Memiliki kelebihan harta untuk membeli hewan kurban setelah terpenuhinya kebutuhan pokok diri dan keluarga selama hari raya dan hari Tasyrik.
4. Niat:
Ibadah harus didasari niat lillahi ta'ala semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Syarat Hewan Kurban
Jenis Hewan Ternak (An’am): 
Hanya boleh berupa unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba.
Usia Minimal:
Hewan harus cukup umur (unta minimal 5 tahun, sapi/kerbau 2 tahun, kambing 1 tahun, atau domba minimal 6 bulan jika sudah ganti gigi).
Kondisi Sehat dan Fisik Sempurna:
Hewan tidak boleh cacat seperti buta, pincang, sakit parah, atau sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang.
Kepemilikan Sah:
Hewan harus didapat dengan cara yang halal, bukan hasil curian, sengketa, atau milik orang lain tanpa izin.
Waktu Penyembelihan:
Harus dilaksanakan setelah salat Idul Adha (10 Dzulhijjah) hingga terbenamnya matahari pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).